Tentang Bogor Princess Cake

Lagi-lagi bikin tentang kue artis. Apa aku bikin menu khusus kue artis ya? Saking menjamurnya, di tiap kota ada. Kali ini yang aku cobain adalah Bogor Princess Cake yang brand Ambassador nya Syahrini. Iseng aja sih nyobain. Padahal di Bogor itu ada Bogor Raincake (Shireen Sungkar), Cake Ala Ali (Ali Syakieb), Lapis Talas Bogor (yang udah ada di Bekasi juga), tapi kenapa Princess Cake? Karena yang paling deket dari tempat kami harus kondangan. Hahaha, no special reason!

Read more

Tentang Surabaya Patata


Selain Surabaya Snowcake, di Surabaya ada kue kekinian lain, Surabaya Patata. Bentuk fisik kuenya sangat jauh berbeda dengan Surabaya Snowcake yang berupa puff pastry – kue bolu – puff pastry. Surabay Patata adalah 2 lapis kue berbentuk lingkaran & ada isian yang cukup tebal. Menariknya lagi, seperti namanya Patata, Surabaya Patata ini ternyata berbahan dasar kentang.
Read more

Makam Bung Karno Blitar

Abis dari Candi Penataran kemaren, ke Blitar ga afdol kalo ga ke Makam Bung Karno. Proklamator RI. Yang merupakan salah satu tempat ikonik di Blitar yang wajib dikunjungi. Aku sendiri, baru pertama kali kesini, walaupun sering ke Blitar. Kalau dari Candi Penataran, tempatnya cukup dekat, hanya berjarak kira-kira 10-15 menit dari Candi Penataran.

Read more

Tentang Surabaya Snowcake

"Cemot iku Asik"

Sebelumnya udah bahas tentang Gigieat Cake, sekarang waktunya Surabaya Snowcake. Persamaannya adalah toko kue ini "punya" artis sebagai brand ambassador nya. Surabaya Snowcake "punya" Zaskia Sungkar. Bedanya kalau Gigieat Cake ga pake nama kota buat embel-embel brand kue-nya, kalau Surabaya Snowcake pake nama kota Surabaya sebagai tambahan nilai jual di produknya. Paling ga sebagai oleh-oleh alternatif dari oleh-oleh tradisional lah. Kali aja bosen & pingin nyoba sesuatu yang baru.

Di Surabaya sendiri, Surabaya Snowcake ada 2 outlet. Outlet yang aku kunjungi itu yang di Jemursari, karena mau sekalian pulang ke Kediri. Dulu sih katanya engga dijual dimana-mana selain 2 outlet ini. Tapi sekarang katanya Surabaya Snowcake juga dijual di salah satu toko oleh-oleh di Terminal 1B Bandara Juanda. Mo beli jadi lebih gampang deh.

Read more

Candi Penataran Blitar


Kalau di Kediri sih, liburannya ya ke tempat itu-itu aja. Salah satunya ya Candi Penataran Blitar. Selain jaraknya cukup dekat, hanya 1 jam perjalanan, akses perjalanan kesana juga cukup mudah. Keluargaku sudah sangat sering kesini. Kalau untuk Rehan, ya jelas pertama kali kesini.

Read more

Wisata Kampoeng Anggrek Kediri

Kemaren sih sekalian, abis dari Bukit Teletubbies, pulangnya mampir kesini. Selain jaraknya dekat, walaupun udah beda kota, objek wisata yang ditawarkan berbeda. Kesini worth to try kok.

Again, kalau dari kota Kediri, kira-kira waktu tempuh kira-kira 1 jam. Cukup pergi ke arah Gunung Kelud, nanti ada penunjuk arahnya kok. Kalian udah ada di dekat Kampoeng Anggrek begitu lihat ada banyak penjual nanas.

Read more

Bukit Teletubbies Blitar

Kalo inget Teletubbies pasti inget Tinky Winky, Dipsy, Laa Laa, & Po. Kalo Bukit Teletubbies pasti ingetnya padang rumput hijau yang ada rumah Teletubbies-nya. Kalau ga salah, di Gunung Bromo juga ada Bukit Teletubbies yang lebih dulu femes dari yang sekarang mo di bahas. Tapi kali ini aku mo bahas Bukit Teletubbies lain yang lagi naik daun di Kediri.

Read more

Journal Perth (Part 3)

Ini adalah series terakhir dari Journal Perth. Maaf ya kalau terlalu banyak & panjang. Di part 3 ini akan lebih mengulas tentang hati ketiga, kami berkunjung ke sebuah desa di pinggiran Perth, Swan Valley, & sedikit tentang kepulangan ke Indonesia.

Sebelum tour dimulai, kami sengaja sarapan lebih awal agar bisa jalan-jalan di sekitar hotel. Hari itu lumayan sepi, karena memang hari libur. Masih ingat kan kalau hotel kami itu ada di CBD. Banyak bangunan-bangunan tua yang instagram-able, tapi ya emang kemampuan foto yang ecek-ecek, foto ya cuma ala kadarnya.

Kesannya suram
Bekas universitas
Ini apa ya?

Binatang, Cokelat, & Makan Siang

Tour dimulai, tujuan pertama kami adalah Caversham Wildlife Park. Semacam kebun binatang, tapi isinya hewan-hewan khas Australia. Kalau kalian mau cari singa atau macam ga bakalan nemu disini. Pertama kami diperlihatkan aneka unggas, marmut, kelinci, dll. Untuk anak dibawah 5 tahun boleh masuk ke dalam kandang untuk pegang-pegang kelinci lo.

Show nya belum mulai
Memberi makan kanguru
I don’t give a F
Majestic AF

Setelah itu kami menonton show pemotongan bulu domba & memberi susu untuk anak domba. Shownya bagus, MC nya kocak & informatif. Setelah show berakhir, kami pergi ke area lain untuk melihat & memegang koala, kanguru, & wombat, serta melihat beberapa hewan lain. Aku sih ga berani pegang, geli. Cukup suami aja yang pegang kanguru, hehehe.

Selesai dari kebun binatang, kami pergi ke sentra pembuatan coklat, tempatnya ke tokonya sih, Margaret River Chocolate. Hepi banget lah disini, soalnya kami bebas ambil sampel coklat. Ohemji, coklatnya enak bangets. Coklat bentuk keping kecil-kecil aja enak apalagi yang fancy. Menurutku, yang rekomen adalah Dark Chocolate coat Almond Nougat. Tapi yo ono rego ono rupo, coklatnya mihil. Tapi ga nyesel kok beli disini.

Kalau makan siang, kami makan local food di Valley View Restaurant. Aku ga familiar sama menu nya, yang aku tahu cuma salad. Yang rekomen Pan Fried Fish. Kalau yang lainnya aku kurang suka & ada yang memang ga aku coba. Sebenarnya aku menunggu dessert, tapi tak kunjung diantar, & itu cuma mejaku doang. Kan kzl 😔

Wine Tasting, Shopping, & Eating Dinner

Setelah makan siang, kami menuju ke salah satu tempat ikonik Australia, winery. Wine Australia memang salah satu yang terbaik, katanya. Kami pergi ke Sandalford Winery. Tempatnya sangat luas & pemandangannya bagus, mirip dengan wallpaper Windows.

Wallpaper Windows
Gelas Gelas Kaca, untuk wine tasting
Cantik! Ada yang mau nikah

Disini setelah diberi info mengenai wine & produk-produk dari Sandalford Winery, yang boleh minum wine bisa ikut wine tasting. Kemudian khusus peserta tour , dapat diskon 20% kalau beli wine disini. Kami, yang muslim, cukup dengar info tentang wine aja untuk menambah pengetahuan, Knowledge is power. Abis itu foto-foto deh.

Setelah dari winery, kami langsung menuju Perth untuk berbelanja di mol lokal, Watertown Branded Outlet. Kami juga dikejar waktu soalnya hari ini bukan hari jumat dan mol pun tutup jam 5. Lumayan lah, disini dapat dompet merk lokal dengan diskon yang cukup gede. Maklum, dompet Charles Keith yang beli 2 tahun lalu udah mbruduli.

Pingin beli disini, tapi kok jualan bacon 😔

Setelah dari mol, kami bergegas untuk makan malam. Kembali makan Chinese Food. Menunya mirip dengan hari pertama, cuma plusnya, ada Bebek Peking, yes! At least ga makan tumis kailan doang.

Satu lagi, kami tidak menjumpai satupun gerai Starbucks, baik itu di mal maupun di bandara. Setelah cek di Foursquare, ternyata ada 1 gerai Starbucks di Perth, tapi adanya 1 jam perjalanan dari hotel tempat kami menginap & jauh dari mana-mana. Jadi kalau ada yang nitip Tumbler Starbucks, maaf kami ga bisa beliin.

Pulang ke Indonesia

Kami pulang ke Indonesia dengan pesawat yang paling pagi. Kali ini kami transit dulu di Bali, baru kemudian melanjutkan ke Jakarta. Lumayan lah ya, di Bali bisa beli Pai Susu dulu. Nyesel deh cuma beli sedikit, gapapa deh soalnya beli di bandara, harganya cukup mahal. Oia, penerbangan Perth-Denpasar menggunakan pesawat Airbus 330, yang bangku nya 2-4-2. Aku katro, biasanya naik yang bangku nya 3-3. In flight meal nya juga enak. So far Garuda memuaskan. Cuma, beda banget naik international flight & domestic flight. Dari segi kenyamanan pesawat & proper meal nya. Entah kenapa aku merasa, yang international flight, jauh lebih nyaman. Mungkin cuma perasaanku doang.

Tiket pulang kampung
Landasan pacu & Garuda
Dimuat-muatin di koper
 

Cukup sekian catatan perjalanan saya yang ala-ala ini. Maaf kalau terlalu panjang & terlalu banyak gambar serta makan bandwidth. Kalau ada pertanyaan, boleh lo tanya-tanya. Semoga saya bisa jawabnya. Doain ya, semoga bisa ke luar negeri haratis lagi. Hehehe

Thanks

Reli