Tahu Cabe Garam ala ala

  


Asik, akhirnya bisa masak-masak lagi. Walaupun masaknya harus buru-buru gara-gara Raihan rewel banget, alhamdulillah hasilnya cukup oke.

Pertama kali makan Tahu Cabe Garam tuh di Imperial Kitchen, jaman masih hobby ngegym-terus-lanjut-makan-besar. Rasanya enak, gurih, asin bawang putih. Sedap banget rasanya. Yang aku bikin kali ini sih resep simple nya aja, engga tau resep aslinya gimana.

Bahan:

  • 2 balok tahu, potong dadu kecil, jangan pilih yang asam
  • Minyak goreng

Adonan tepung:

  • 4 sdm tepung beras
  • 2 sdm tepung terigu
  • 1/2 sdt merica
  • Garam secukupnya

Saus Bawang:

  • 6 siung bawang putih, cincang
  • 3 biji cabe rawit, cincang (kalau kurang pedes bisa ditambah lagi)
  • Merica 
  • Garam
  • 1 sdm margarin untuk menumis

Cara membuat:

  1. Campur adonan tepung dengan air sampai kekentalan yang diinginkan. Jangan terlalu encer juga sih. Masukkan tahu, kemudian goreng di minyak yang panas. Angkat, tiriskan.
  2. Panaskan margarin, kemudian tumis bawang putih. Setelah bawang putih harum, masukkan cabe rawit. Setelah bawang berwarna kecoklatan, masukkan merica & garam.
  3. Tuang saus bawang diatas tahu goreng tadi. Tahu cabe garam siap disantap.

Selamat mencoba. 

-reli-

Wisata Edukasi Kampung Coklat – Blitar

  
Hari minggu kemarin, gara-gara lagi butuh bubuk coklat, akhirnya sekeluarga jalan-jalan ke Kampung Coklat Blitar. 

Kalau dari Kediri, pergi ke Kampung Coklat dapat ditempuh dalam kurang lebih 1 jam 30 menit, tergantung kecepatan kendaraan.

Masuk ke Kampung Coklat dikenakan biaya 5000 rupiah per orang. Murah banget sih menurutku. Aku sih masih belum tahu apa aja yang ada di dalam Kampung Coklat selain tempat buat beli makanan & minuman yang terbuat dari coklat.

 

Pojok Batik, tempat pembuatan & penjualan batik tulis

 
Batik Tulis, kira-kira ini motif apa ya?
  
Macam-macam batik tulis

 
Terapi kaki bersama Doctor Fish
 
Area Permainan Anak
 
Satu dari tiga foodcourt
 
Bibit cokelat
 
Alat untuk mengolah coklat
 
Cooking Class, errr kelasnya cuma untuk menghias cokelat sih
Makanan yang dijual di Kampung Coklat itu macam-macam sih, dari makan berat sampai dessert. Kemarin cuma sempat nyobain beli Nasi Jagung di bagian prasmanan (sorry, no pic), mi cokelat, dan cilot. 

Cilot? Apaan tuh cilot? Ini yang bikin penasaran. Aku taunya cilok bukan cilot. Ternyata cilot itu bentuk & teksturnya mirip dengan pentol, cuma adonannya diberi bubuk coklat & penyajiannya menggunakan kecap manis. That’s it. Kirain bakal mirip dengan cilok Bandung.

 

Cilot 5k

 
Mi Coklat 7k
 
Galeri Coklat

Macam-macam olahan coklat
 
Coklat dimana-mana
  

Overal, kalau mau cari tempat wisata yang cukup murah meriah ya di Kampung Coklat ini. HTM nya murah, banyak yang bisa di eksplor disini. Cuma Kampung Coklat ini ada area yang masih di bangun, tapi masih cukup aman untuk dikunjungi.

Walaupun tempatnya sangat rindang karena banyak pohon coklat, udara Blitar sangat panas. Jadi cukup menguras keringat kalau jalan-jalan disini. Di Kampung Coklat aku belum menemukan nursing room. Toilet dan musholla sih ada, tapi belum nemu nursing room. Semoga dibikin juga sih, ga hanya memperbanyak area edukasi juga.

Thank You

-reli-

Review Ayam Lodho Pak Yusuf

 

Kali ini yang aku review, termasuk kuliner tradisional daerah Tulungagung – Trenggalek, yaitu Ayam Lodho. Ayam Lodho yang cukup femes dan termasuk #kulinerSince, karena udah buka dari tahun 1987, Ayam Lodho Pak Yusuf. 

Pasti banyak yang belum tahu ayam lodho. Ayam lodho agak susah ditemui di luar Tulungagung – Trenggalek. Di Kediri pun juga baru ada beberapa tahun belakangan ini.

Ayam Lodho terbuat dari ayam kampung yang dibakar dan diberi kuah santan pedas. Kuahnya mirip dengan kuah opor, cuma rasanya pedas. Ayam lodho biasanya disajikan dengan nasi gurih (kalau di Jakarta atau Jawa Barat disebut nasi uduk) dan urap-urap.

 

 

Menu yang tersedia, cukup terjangkau
 Kalau soal rasa, ga perlu ditanya. Rasanya enak, endeus bingits. Kombinasi Ayam Lodho, nasi gurih, dan urapnya pas banget. Ayamnya empuk banget, padahal ayam kampung. Tau kan kalau ayam kampung itu alot kalau ngolah nya ga bener. Kuahnya pedes dan gurih. Urap-urapnya juga enak. Biar imbang, makan nasi ayam ditambah dengan sayuran.

Overall, kombinasi nasi gurih yang nikmat, ayam kampung yang empuk, urap-urap yang fresh, serta kuah yang gurih yang pedas memang pas. Sangat disarankan untuk yang lagi craving kuliner tradisional dan yang bosan dengan opor ayam. Hehehehe.

Thank You

-reli-

Ayam Lodho Pak Yusuf 

 Jl. Pahlawan No. 313 Kedungwaru, Utara Stadion Rejoagung – http://4sq.com/GNqJaw

Review Patisserie Achmad Aris Udagawa Kediri

 

Kuliner di Kediri sekarang sudah beraneka ragam. Sudah mulai banyak kafe yang instagram-able, warung tenda, sampai makanan makanan daerah luar jawa juga sudah mulai ada. Salah satunya Patisserie Achmad Aris Udagawa ini.

Aku kurang tahu kapan persisnya tempat ini buka. Sepertinya baru ada sekitar 2 tahunan ini. Aku tahu info tentang toko kue ini juga dari instagram Kuliner Kediri.  Iseng banget ya, hahaha.

 

Tampak depan
 
Di Kediri, baru tempat ini yang memiliki tema Japanese Cake Shop. Setauku sih yang lain cuma bakery, seperti Olivia & Silvanda, dan toko oleh-oleh brownies seperti Amanda. Ini merupakan angin segar buat pecinta makanan manis seperti saya, hahaha.

 

Interior Ruangan, untuk makan di tempat
  
Pilihan cake & pudding
Ada macam-macam cake, pudding, & giftbox disini. Semua bertema Jepang. Cake nya lucu-lucu.

  
Citron Cheesecake  
Me likey. Kalau kadang aku suka eneg kalo makan cheesecake. Kalau yang ini, sama sekali ga bikin eneg. Cheesecake nya memang berbeda dengan cheesecake yang biasa saya makan (Cheesecake Factory & Breadtalk), tapi lebih ke Japanese Cheesecake. Jejerukan nya dapet banget. Kombinasi rasa asam, manis, dan gurihnya juga pas.

Gateau Fraise  
Salah satu cake lain yang aku coba, nama Inggris-nya adalah Strawberry Shortcake. Krim nya engga bikin eneg, cake nya soft, dan manisnya pas. Tapi aku lebih suka Citron Cheesecake.

 Japanese Pudding 
Japanese Pudding aka Pudding My Boss My Hero. Pingin banget nyoba yang authentic. Masa harus ke Jepang. Untung disini ada yang jual. Rasanya enak banget. Tekstur pudding nya lembut, rasa nya tidak terlalu manis jadi ngga bikin eneg, rasa karamelnya adalah kombinasi manis dengan sedikit pahit jadi pas banget sama pudding nya. Me likey!!!

Overall, cake disini rasanya tidak mengecewakan, kemungkinan saya bakal sering ke toko ini untuk mencoba semua varian cake & giftbox nya.
PΓ’tisserie Achmadaris Udagawa

 Jl. Panglima Sudirman 37 – http://4sq.com/1DKZ1u0

 Thank You

-reli-

Review: Signal

  

Drama info

Drama: Signal

Revised romanization: Sigeuneol

Hangul: μ‹œκ·Έλ„

Director: Kim Won-Suk

Writer: Kim Eun-Hee

Network: tvN

Episodes: 16

Release Date: January 22 – March 12, 2016

Runtime: Fri & Sat 20:30

Language: Korean

Country: South Korea

Cast:

  
Plot:

Hae-Young (Lee Je-Hoon) works as a criminal profiler and is also a police lieutenant. Even though he is a cop, he doesn’t trust cops due to his own past experience. Back in 2000, when Hae-Young was in elementary school, his classmate Yoon-Jung was kidnapped and later found dead. Hae-Young saw a woman taking Yoon-Jung from school that day, but the police announced that the suspect was a man. Hae-Young even went to the police station and told the police officers that he saw the kidnapper and she was a woman. The police officers though didn’t pay attention to him. The killer was never caught and her case remains unsolved to this day.

Hae-Young meets a reporter at a cafe to reveal bombshells about a celebrity scandal. Meanwhile, veteran detective Soo-Hyun (Kim Hye-Soo) is at the cafe staking out the meeting, unaware that Hae-Young is a cop. She arrests Soo-Hyun for stalking celebrities. While leaving the police station (the same police station he went to as a kid), Hae-Young hears someone talking to him. He looks around to find a walkie-talkie. The man who is talking to Hae-Young is Detective Jae-Han (Cho Jin-Woong). The detective though is from the year 2000 and he is investigating the disappearance of Hae-Young’s elementary school classmate. Hae-Young and Detective Jae-Han begin to communicate via the walkie-talkie.

Comments:

Yak, akhirnya aku namatin nonton drama ini dalam 3-4 hari. Ngebut emang, ya begitulah kalo nonton drama yang bukan ongoing

Drama ini sumpah keren banget. Scriptwriter-nya keren banget. Acting pemainnya bagus-bagus. Yaiyalah bagus, cast nya emang keren-keren. Pemeran utama nya memang aktor & aktris yang memang top.

Buat yang belum nonton, maaf banget ada spoiler dikit. Ada  beberapa poin penting yang saya suka di drama ini:

  • Konsep time paradox nya dapat banget. Kalau ada sesuatu di masa lalu yang berubah, pasti akan mengubah masa depan sekecil apapun itu.
  • Karena ada beberapa kasus yang katanya based on true story, maka kalau ada kenyataan bahwa ada polisi yang korup, saksi mata itu bisa dibeli, dan barang bukti bisa dibuat itu bisa terekspose.
  • Lee Ji Hoon, entah kenapa dia cool banget disini. Kim Hye Soo, omaigad aktingnya bagussss bangets. 
  • Wow, profiler itu pekerjaan yang keren banget. Entah belajar apa itu waktu kuliah. Ada psikologi dan logika. Seems hard but it’s so cool.
  • Jempol dua buat scriptwriter-nya. Amazing plot lah. Pantes di KorSel sono banyak yang suka.
  • Sinematografi nya bagus, kayak nonton film bioskop, tapi 16 episode.

Ada yang aku kurang suka dengan drama ini:

  • Penjahatnya tidak mendapat balasan yang setimpal. Apalagi Kim Bum Jo, masa cuma mati gitu aja. Kan gak fair. Apalagi kejahatannya udah macem-macem, duh. And once a psycho, forever psycho. Ga bisa sembuh kalau cuma masuk penjara dan mental hospital.
  • Detektif Cha di php 15 tahun. It’s too cruel scriptwriter-nim.

Simpulan:

  • Cast: πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘
  • Plot & Story: πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘
  • Cinematography: πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Thank You 

-reli-